Sabtu, 02 April 2011

INDUSTRI DAPATKAN INSENTIF LISTRIK

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mempertimbangkan menurunkan tarif listrik bagi industri yang bersedia mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak hingga 50%. Hal tersebut merupakan hasil negosiasi PLN dengan sejumlah pengusaha setelah sebelumnya PLN mengatakan akan memberikan insentif penurunan tarif 20%.

Menurut Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Jumat (1/4) mengatakan, PLN berharap pihak industri sebagai konsumen listrik yang besar bersedia mengurangi pemakaian listrik pada beban puncak, yakni pukul 18.00 hingga 22.00. Pada saat itu, industri diharapkan menggunakan genset. Selisih biaya yang dikeluarkan industri tersebut untuk mengoperasikan genset akan dibayar tunai oleh PLN.

“Kita akan ganti full. Kalau misalnya dia pakai listrik PLN bayarnya Rp 1.020 per kwh, lalu kalau dia bakar solar itu sekitar Rp 1.700 per kwh. Itu karena harga solar kan Rp6.500 per liter, kemudian per kwh setiap 0,275 liter itu bisa dapat 1 kwh. Nah biayanya itu sekitar Rp1.700, dikurangi dengan biaya listrik PLN yang Rp1.020 tadi berarti kan ada selisih sekitar Rp700. Itu akan kita ganti ketika industri sedang pakai genset pada waktu beban puncak,” papar Benny.

Insentif tersebut hanya akan diberikan pada industri yang mengurangi pemakaian listik denga signifikan, yakni 50% atau lebih. Benny mengungkapkan, ini akan mengurangi beban listrik PLN secara signifikan karena dipadamkan saat beban puncak. Pada beban puncak, PLN harus memproduksi 5.000 megawatt listrik.

Menurut Benny, surat keputusan resmi PLN soal ini tinggal menunggu ditandatangani. Namun, sejumlah pimpinan PLN, termasuk ia sendiri, sudah memberi parafnya.

Sebelumnya, PLN mengumumkan akan menurunkan tarif listik untuk kalangan industri jika memadamkan listrik pada beban puncak. Tarif rata-rata Rp730 per kwh akan dikurangi hingga Rp550 per kwh. Penambahan insentif berubah setelah PLN mengadakan pertemuan dengan pihak industri. (*/OL-2)

Source by Media Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar